Pump It
Sunday, November 26th, 2006HIers, ada pepatah yang menyebutkan bahwa “mensana in corpore sano”. Artinya jelas bukan sebuah kalimat imperatif yang menyuruh orang untuk bermain di korporasi Sanyo, melainkan terjemahan dalam bahasa Latin untuk “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Atau semacamnya, atau sebaliknya; maklum, admin dulu dasar teori Penjas-nya sama ancurnya sama kemampuan olahraganya, makanya kini babon, huhuhuh. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, post kali ini akan diisi dengan reportase seputar event tahunan HIers yang berakibat fatal pada susah dicucinya bagian kerah dan ketiak kaos, yakni Sportsweek 2006 yang diadakan dua minggu lalu selama seminggu penuh.
Sebelumnya, admin hendak mengajak HIers untuk menkongratulasi *maksudnya menyadur “congratulate”* bergabungnya seorang lagi dari komunitas HIers untuk menjadi admin account HIers UI di Friendster, yaitu oknum DS dari angkatan 2005. Terakhir ya nih, terakhir, huhuhuh. Mudah-mudahan oknum DS yang kondang dikumandangkan sebagai “Papi Gosip” ini mampu mengemban tugasnya dengan baik bersama ketiga admin lain (yang mana dua di antaranya sangat pemalas, huhuh) di tengah-tengah kesibukannya memacari rekan seangkatan maupun clubbing di klab-klab Jakarta Barat. Amin.
Admin D hendak memulai debutnya dengan mempersembahkan reportase Sportsweek 2006. Admin [yang ini] dan mayoritas angkatan 2002 ke atas yang masih tergeletak di kampus sendiri berhalangan hadir pada event tersebut, sehingga tentunya apdetan kali ini dapat menambah wawasan tentang what’s in-and-what’s out di kalangan HIers. Sementara HIers yang berpartisipasi dalam event tersebut pastinya doyan dong diomongin di blog melalui post kali ini, huhuhuh. Oke, tanpa panjang lebar lagi, mari kita simak kesaksian admin D.
Pada Sportsweek tahun ini, dipertandingkan beberapa cabang “olahraga” (perhatikan tanda kutip) seperti futsal, dodgeball, panco, tarik tambang, triatlon (yang terdiri dari niup balon sambil jalan mundur, lompat karet sambil bawa balon, dan limbo sambil bawa balon), galasin, dan lompat karet, yang kemudian diakhiri dengan makan rujak sore-sore (Jaksor) dan hiburan kembang api. Pemenang dari masing-masing cabang selengkapnya dapat dilihat di HI Board, tapi berhubung admin baik jadinya ya gimana ya. Angkatan 2006 berhasil menguasai cabang futsal dan secara spesifik pada cabang lompat karet melalui kandidatnya, Iwan. Sementara itu, duet Yati Marlinawati (angkatan 2003) dan Martogi Harahap a.k.a. Toji/To-gee (angkatan 2004) semakin mengukuhkan reputasinya sebagai diva dan divo kekekaran ragawi dengan menang mutlak di cabang panco. Angkatan 2003 plus plus sendiri cukup mendominasi dengan memenangkan beberapa cabang yang terdiri dari dodgeball, tarik tambang, triatlon, dan galasin. Jelas bahwa juara umumnya adalah 2003 plus plus sebagai angkatan paling senior (tua) yang beberapa di antaranya sedang memulai membuat skripsi, diikuti oleh angkatan 2006 yang menjuarai dua cabang olahraga, dan terakhir, angkatan 2004 ditempat ketiga berkat kekuatan fisik Martogi.
Angkatan paling hina dan pecundang dalam Sportsweek tahun ini adalah angkatan 2005 yang pada Sportsweek tahun lalu juga menjadi angkatan paling hina dan pecundang. Angkatan 2005 terkenal sangat lamban dan tidak disiplin dalam setiap pertandingan. Pertandingan awal futsal hampir saja di-WO, tapi terima kasih kepada kesombongan 2003, angkatan 2005 gak jadi di-WO dan ditukar sebagai kontestan pertandingan selanjutnya. Melihat kebaikan hati angkatan 2003 tersebut, angkatan 2005 pun jadi bersemangat dan mengalahkan angkatan 2003 melalui drama penalti. Selanjutnya dalam pertandingan dodgeball, lagi-lagi angkatan 2005 hampir di-WO dan membuat kesal para panitia. Kata-kata makian yang kasar mulai bermunculan dari panitia kepada angkatan 2005 (nyebelin abis angkatan 2005). Apalagi di tengah permainan ada seorang oknum (nama dirahasiakan) yang sangat cerewet dan protes terus ke wasit, tapi selalu mati pertama dan akhirnya kalah juga akibat serangan angkatan 2004.
Angkatan yang patut dipuji adalah angkatan 2006 yang baru saja bergabung dengan jumlah peserta yang banyak, namun sudah terlihat kompak dan mampu mencetak prestasi. Dalam pertandingan futsal, yang sangat terlihat adalah Adit yang menjaga gawang timnya dengan seluruh jiwa raganya sampai bergulat dengan tanah dan memancing emosi lawan. Pada pertandingan pertama, Martogi sangat berambisi untuk membobol gawang 2006. Perubahan mimik terlihat pada wajah Martogi dari yang penuh senyum sampai ekspresi ingin membunuh Adit sang kiper. Tapi toh tidak ada satu pun juga yang membuahkan hasil.
Sportsweek pun akhirnya ditutup dengan final galasin dan Jaksor. Galasin merupakan permainan yang sangaaaaaaat lama selesainya. Penonton dari bersemangat sampai malas menontonnya. Mataharipun bosan menyaksikannya dan terbenam, sehingga keadaan menjadi sangat gelap. Penonton yang mulai bosanpun menjadi lapar dan akhirnya memutuskan untuk nyuekin galasin dan menyerbu rujak yang keluar lebih awal. Sportsweek diakhiri dengan kembang api dan pembagian hadiah kepada para pemenang dan runner-up (yang kebanyakan dari angkatan 2005). Sekian dan terima kasih.
Kembali ke admin A. Menyambung cerita seputar cinta segiempat di angkatan 2005 [plus] antara tiga kompetitor (The LOL Superloud Walkman Phone Dicky a.k.a. P, The Silent Buzz Koro Peanut a.k.a. B, dan The Obscure-Turns-Omnipresent Gossipy Keen Observer a.k.a. D) dan seorang target L penggila menu kafe Pisa terutama cabang Mahakam, ada asupan apdetan dari admin D. Menurut admin D, ada perubahan dalam perimbangan kekuatan untuk sementara ini. Kompetitor P tampak sudah menyerah dan memutuskan untuk tidak berusaha mengejar cinta oknum L lagi, sehingga fokus perhatiannya beralih ke oknum berinisial L juga dari angkatan 2006. Wah, saingan dong sama oknum Sweat-Drenched Frenchy Lovely Boy? Sayangnya, ketika baru saja mau memulai aksinya, eks-kompetitor P sudah menemui masalah. Selain harus bersaing dengan oknum Sweat-Drenched, eks-kompetitor P juga mengakui bahwa dirinya dihadapkan pada fakta bahwa, “gue sama dia berbeda”. Perbedaan tersebut terkait dengan masalah paling mendasar dari manusia (yang di Indonesia ada lima). Yang jadi pertanyaan adalah, “Apakah cinta mengenal perbedaan?”. Kalimat terakhir yang nulis admin D; kayaknya secara implisit termuat curhat nih, huhuhuhuh.
Di lain pihak, kompetitor B nampaknya cukup jantan karena berani mengakui bahwa “gue sebenernya suka, tapi gak mau ngejar”. Hal ini nampaknya cukup bisa dipercaya. Hal senada juga dilontarkan kompetitor D (angkatan 2003), tapi pernyataannya nampak tidak bisa dipercaya karena makin hari hubungan antara kompetitor satu ini dengan sang target justru nampak makin lengket. Yah, didoakan saja langgeng, soalnya denger-denger lumayan banyak tuh oknum-oknum angkatan 2006 yang mengidolakan Listy. Selain Listy, angkatan 2006 juga ternyata memfavoritkan Mahardika Sadjad, Astrid Grouchy, dan Nauti Putri (ketiganya dari angkatan 2004) yang katanya sih, “dari aspek brain dan beauty oke banget” (ngomongnya dengan paras mupeng* ngos-ngos-an grogi). Selamat ya buat para senior baru tadi, semoga ke depannya terjadi proses pengecengan yang konstruktif. Hip hip hura! Makanya TKHI-nya disadisin lagi dong, biar tambah berkesan di hati. Eh ngomong-ngomong tadi admin menyebut “Listy” ya, bukannya “oknum L”? Ups, sori kelepasan, sumpah gak sengaja, huhuhuh.
Oh ya, selamat juga untuk Astrid Grouchy dan Riana Kristianti yang berhasil menorehkan sebuah esai di kolom opini di harian Jakarta Post pada Rabu, 22 November 2006 lalu. Semoga bisa semakin produktif dan menginspirasi HIers yang lain.
*mupeng= abreviasi dari “muka pengen”. Frase “muka pengen” terdengar fragmented karena memang sengaja dibuat demikian untuk mengajak pendengar/pembaca untuk berimajinasi, pengen ngapainkah oknum yang bersangkutan; apakah pengen minum, pengen makan, pengen mainin air comberan, pengen ngerjain makalah sambil diiringi lagu ‘Sexy Back’-nya Justin Timberlake, pengen onan…Edogawa Sang Detektif Cilik edisi perdana, dan sebagainya.